DetakiNews, - Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan aparat di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 10/Pelangiran, Kodim 0314/Inhil, Sertu Dodi Eka Putra yang melaksanakan patroli tapal batas di Desa Simpang Kateman, Kecamatan Pelangiran.
Kegiatan patroli tersebut digelar pada Sabtu (2/5/2026) dengan menyasar area rawan karhutla di wilayah perbatasan desa. Berdasarkan data di lapangan, patroli dilakukan di titik koordinat 0°10'32,286" N dan 103°29'35,462" E.
Dalam kegiatan ini, Sertu Dodi tidak bekerja sendiri. Ia turut melibatkan unsur masyarakat setempat guna memperkuat deteksi dini sekaligus meningkatkan partisipasi warga dalam mencegah karhutla. Total personel yang dikerahkan terdiri dari 1 anggota TNI dan 2 orang masyarakat.
“Patroli ini kita lakukan sebagai langkah antisipasi, khususnya di wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran. Keterlibatan masyarakat juga penting agar pengawasan bisa lebih maksimal,” ujar Sertu Dodi di sela kegiatan.
Selama patroli berlangsung, tim menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk lahan kering dan area semak belukar yang berpotensi mudah terbakar saat cuaca panas. Pemeriksaan dilakukan secara langsung untuk memastikan tidak adanya aktivitas pembakaran maupun tanda-tanda munculnya titik api.
Hasilnya, hingga patroli selesai dilaksanakan, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap di wilayah tersebut. Kondisi ini menunjukkan situasi relatif aman dan terkendali.
Meski demikian, Sertu Dodi menegaskan pihaknya tidak akan lengah. Patroli rutin akan terus dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi potensi karhutla, terutama memasuki musim kemarau yang rawan kebakaran.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena selain berisiko menimbulkan kebakaran besar, tindakan tersebut juga melanggar hukum.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuka lahan dengan cara dibakar, karena dampaknya bisa luas dan merugikan banyak pihak,” tegasnya.
Kegiatan patroli tapal batas ini menjadi bagian dari komitmen TNI bersama masyarakat dalam menjaga wilayah tetap aman dari ancaman karhutla, sekaligus memastikan kondisi lingkungan tetap terjaga.
Dengan sinergi yang terus dibangun antara aparat dan masyarakat, diharapkan wilayah Kecamatan Pelangiran dapat tetap kondusif serta terbebas dari bencana kebakaran hutan dan lahan.
