detakiNews.com – Open Turnamen ORADO Piala DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) 2026 mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat.
Antusiasme peserta bahkan melampaui target panitia, dengan kehadiran para pemain domino dari berbagai daerah, termasuk Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) hingga Pekanbaru.
Tingginya minat peserta tersebut menjadi gambaran bahwa domino mulai mendapat tempat sebagai olahraga yang dapat dipertandingkan secara resmi, sekaligus mengubah pandangan masyarakat terhadap permainan yang selama ini kerap diidentikkan dengan praktik perjudian.
Ketua DPC PPP Inhil, Dr Ahmad Fuad, mengatakan turnamen tersebut merupakan bagian dari upaya PPP memperkenalkan domino sebagai cabang olahraga yang mengedepankan kemampuan berpikir, strategi, konsentrasi, dan sportivitas.
Hal itu disampaikannya dalam sambutan pembukaan Open Turnamen ORADO Piala DPC PPP Inhil 2026 di Kantor DPC PPP Inhil, Jalan Keritang, Tembilahan, Jumat (6/11/2026).
"PPP sebagai partai Islam ingin menunjukkan dan menyosialisasikan bahwa domino sekarang sudah menjadi olahraga. Ini bukan lagi sekadar permainan yang identik dengan hal negatif, tetapi sudah menjadi cabang olahraga yang diakui KONI," ujar Ahmad Fuad.
Dia mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk mengikuti turnamen tersebut di luar perkiraan panitia. Peserta tidak hanya berasal dari Inhil, tetapi juga datang dari sejumlah daerah lainnya.
"Antusiasme peserta luar biasa. Banyak yang datang dari luar daerah, seperti Inhu dan Pekanbaru. Bahkan jumlah peserta yang mendaftar sudah melebihi target dan kapasitas yang dipersiapkan panitia," ungkapnya.
Menurut Ahmad Fuad, kondisi tersebut menunjukkan besarnya potensi domino untuk dikembangkan sebagai cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi.
Dia menegaskan, permainan domino yang dilakukan dengan mengikuti aturan olahraga sangat berbeda dengan permainan yang mengandung unsur perjudian.
"Kalau domino dimainkan dengan cara judi, ya tetap namanya judi. Tetapi kalau dimainkan dengan aturan olahraga, menjunjung sportivitas dan tidak ada unsur perjudian, insyaallah ini menjadi kegiatan yang positif, halal dan berkah," tegasnya.
Ahmad Fuad berharap turnamen ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi langkah awal pembinaan atlet domino di Kabupaten Inhil.
Bahkan, dia menargetkan ke depan akan lahir atlet-atlet domino asal Inhil yang mampu bersaing pada kompetisi tingkat provinsi hingga nasional.
"Harapan kami akan lahir atlet-atlet khususnya dari Inhil yang nantinya bisa diseleksi dan menjadi atlet nasional. Jadi, yang hadir di sini bukan lagi sekadar pemain domino, tetapi atlet-atlet domino Inhil yang kita harapkan menuju tingkat nasional," katanya.
Dia menjelaskan, turnamen tersebut juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengumpulkan poin sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik. Atlet yang berhasil meraih prestasi nantinya diharapkan dapat masuk dalam pembinaan ORADO Provinsi Riau.
Dalam kesempatan itu, Ahmad Fuad juga menyampaikan bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah memberikan penjelasan mengenai hukum permainan domino melalui Surat Keterangan Nomor Ket-3753/DP-MUI/X/2025 tertanggal 22 Oktober 2025.
Pada prinsipnya, permainan domino diperbolehkan sebagai sarana hiburan dan mengisi waktu luang sepanjang tidak mengandung unsur perjudian, tidak melalaikan kewajiban agama, serta tidak disertai hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam.
Karena itu, dia mengajak seluruh peserta untuk mengikuti pertandingan dengan penuh tanggung jawab, menjaga ketertiban, serta menjadikan turnamen sebagai wadah mempererat silaturahmi.
Ahmad Fuad juga mengingatkan bahwa dalam sebuah kompetisi, kemenangan dan kekalahan merupakan hal yang biasa. Namun, nilai sportivitas harus tetap menjadi hal utama.
"Siap menjadi juara? Siap menerima kekalahan? Yang paling penting junjung tinggi sportivitas. Siapa pun yang menjadi juara, mudah-mudahan bisa menjadi bagian dari atlet ORADO yang membawa nama baik Inhil," tutupnya.
Melalui turnamen ini, PPP Inhil berharap domino semakin dikenal sebagai olahraga yang positif, kompetitif, dan mampu membuka peluang lahirnya atlet-atlet daerah yang berprestasi di tingkat lebih tinggi.
