DetakiNews, – Pagi itu, matahari baru saja meninggi ketika ratusan warga Desa Simpang Tiga Daratan, Kelurahan Enok, dan Desa Sei Ambat mulai berkumpul di lahan jagung yang telah disiapkan. Suasana semarak terlihat dari obrolan warga, aroma tanah basah, dan alat-alat pertanian yang berserakan di halaman.
Di tengah keramaian, tampak Iptu Parsaulian Simanjuntak, SH, MH, Kapolsek Enok, memimpin langsung kegiatan penanaman jagung serentak. Ia tak hanya berdiri di podium, melainkan ikut menanam bibit jagung bersama warga, anggota Babinsa, hingga perwakilan perusahaan swasta. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Asta Cita Swasembada Pangan yang digagas pemerintah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Sinergi Aparat, Pemerintah, dan Masyarakat
Kegiatan penanaman jagung di Enok tidak sekadar simbolis. Selain Kapolsek, hadir pula Camat Enok yang diwakili Kasi PMD Susanto, S.H, Babinsa dari beberapa desa, Kepala Desa dan Lurah, perwakilan PT PWP Parit Kunyit, serta warga dan kelompok tani setempat. Semua elemen tampak bekerja sama, bergotong royong menanam jagung di lahan seluas total 6 hektar yang terbagi di empat lokasi: Kelurahan Enok, Desa Sei Ambat, Desa Simp Tiga Daratan, dan Kelurahan Teluk Medan.
“Dengan kegiatan ini, kita ingin masyarakat desa memiliki lumbung pangan sendiri. Apalagi jagung merupakan salah satu komoditas penting untuk ketahanan pangan nasional,” kata Kapolsek saat memberikan arahan sebelum menanam bibit.
Cerita dari Petani
Di antara warga yang menanam, Krisna Putra, Kepala Desa Simp Tiga, terlihat sibuk mengatur kelompok tani. Ia mengatakan, kegiatan ini bukan hanya soal menanam jagung, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap ketahanan pangan.
“Selama ini kami kesulitan mengelola lahan karena keterbatasan bibit dan arahan teknis. Kehadiran Pak Kapolsek dan Babinsa serta dukungan pihak swasta sangat membantu kami. Kami merasa diperhatikan,” ujarnya.
Sementara itu, seorang petani senior di Kelurahan Teluk Medan,. Hendra, menambahkan bahwa penanaman jagung ini juga membuka peluang edukasi. Para petani muda dapat belajar teknik budidaya jagung langsung dari petugas dan Babinsa.
“Bukan hanya menanam, tetapi juga belajar bagaimana merawat tanaman agar hasilnya maksimal,” kata Hendra.
Dukungan Sektor Swasta
PT PWP Parit Kunyit juga memberikan kontribusi nyata dalam kegiatan ini dengan menyediakan lahan seluas 2 hektar di Desa Sei Ambat. Perusahaan berharap sinergi antara aparat, pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat menjadi contoh keberhasilan program ketahanan pangan lokal yang bisa direplikasi di daerah lain.
“Kegiatan ini selaras dengan program CSR perusahaan sekaligus mendukung ketahanan pangan masyarakat,” kata salah satu perwakilan perusahaan.
Tujuan Strategis dan Harapan ke Depan
Kegiatan penanaman jagung serentak ini memiliki tujuan strategis. Selain mendukung swasembada pangan, kegiatan ini bertujuan membentuk lumbung pangan di desa-desa, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan hasil pertanian lokal.
Kapolsek Enok menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar simbolik. Ia berharap program ini menjadi agenda rutin, tidak hanya di Kecamatan Enok, tetapi juga di seluruh Kabupaten Indragiri Hilir, bahkan nasional.
“Kita ingin masyarakat bisa mandiri dalam penyediaan pangan. Penanaman jagung ini adalah langkah nyata untuk mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Gotong royong antara Polri, pemerintah, masyarakat, dan pihak swasta adalah kuncinya,” ujarnya.
Saat kegiatan selesai sekitar pukul 11.20 WIB, bibit jagung telah tertanam rapi di lahan, sementara warga tampak puas dengan hasil kerja gotong royong pagi itu. Tidak hanya menanam, mereka juga menanam harapan: agar desa-desa di Enok dapat menjadi lumbung pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
