DetakiNews, — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan aparat teritorial di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Babinsa Koramil 02/Tanah Merah (TM) Kodim 0314/Inhil, Serda Darno turun langsung melaksanakan sosialisasi sekaligus patroli tapal batas di Parit Setia Kawan, Desa Suhada, Kecamatan Enok, Rabu (18/3/2026).
Kegiatan tersebut menyasar wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan karhutla. Berdasarkan data lapangan, patroli dilakukan di sekitar titik koordinat -31°12'778"S, 103°10'07,556"E, dengan menyisir area perkebunan dan lahan masyarakat yang berbatasan langsung dengan wilayah rawan kebakaran.
Serda Darno mengatakan, patroli ini tidak hanya bertujuan untuk pemantauan, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, pendekatan persuasif dinilai efektif untuk menekan potensi terjadinya kebakaran.
“Selain patroli, kita juga mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan. Dampaknya bisa luas, bukan hanya merusak lingkungan tetapi juga berpotensi menimbulkan sanksi hukum,” ujar Serda Darno di sela kegiatan.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melibatkan unsur masyarakat setempat. Total personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari 1 orang TNI dan 3 warga. Kolaborasi ini disebut penting untuk meningkatkan kewaspadaan dini di tingkat desa.
Warga yang ikut dalam patroli mengaku mendukung langkah yang dilakukan aparat TNI. Mereka menilai kehadiran Babinsa di lapangan memberikan rasa aman sekaligus menambah pemahaman terkait bahaya karhutla.
Patroli dilakukan dengan menyusuri area tapal batas serta titik-titik yang sebelumnya dipetakan sebagai daerah rawan. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada aktivitas pembakaran maupun indikasi munculnya titik panas.
Dari hasil patroli, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap di lokasi. Kondisi tersebut menunjukkan wilayah Parit Setia Kawan dalam keadaan aman dan terkendali.
Meski demikian, Serda Darno menegaskan bahwa kewaspadaan tidak boleh kendur. Ia memastikan kegiatan patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan secara berkala, terutama memasuki musim yang rawan terjadinya kebakaran.
“Kita akan terus lakukan patroli rutin bersama masyarakat. Harapannya, tidak ada kebakaran yang terjadi di wilayah ini,” katanya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam mendukung upaya pemerintah daerah mencegah karhutla, khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Indragiri Hilir yang memiliki karakteristik lahan gambut.
Dengan sinergi antara aparat dan masyarakat, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan sejak dini, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas warga tidak terganggu.
