DetakiNews, — Pagi itu, hamparan kebun jagung di Dusun Sungai Perigi, Desa Tanah Merah, tampak berbeda dari hari-hari biasanya. Di antara barisan tanaman yang mulai menguning, warga berdatangan dengan senyum dan semangat kebersamaan. Hari itu, Senin (26/1/2026), menjadi momen panen jagung yang bukan sekadar memetik hasil bumi, tetapi juga menegaskan komitmen bersama dalam mendukung Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Di tengah kegiatan tersebut hadir Babinsa Koramil 02/Tanah Merah, yang juga Babinsa Desa Tanah Merah, Serka P. Siregar. Kehadiran Babinsa menjadi simbol nyata pendampingan TNI kepada masyarakat desa, mulai dari proses penanaman hingga panen. Sinergi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya tugas petani semata, melainkan tanggung jawab bersama.
Lahan seluas kurang lebih 2 hektare yang dipanen merupakan lahan masyarakat yang dikelola melalui kerja sama dengan BUMDes Desa Tanah Merah. Dari lahan tersebut, hasil panen jagung diperkirakan mencapai ±700 kilogram. Meski hasil panen belum sepenuhnya maksimal akibat serangan hama tikus dan ulat daun, semangat para petani dan warga tidak surut. Bagi mereka, panen ini tetap menjadi bukti bahwa kerja keras dan kebersamaan mampu menghasilkan manfaat nyata.
Kegiatan panen jagung ini turut dihadiri oleh berbagai unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, antara lain Camat Tanah Merah yang diwakili oleh Revi Alamsyah, S.H, Pj. Kepala Desa Tanah Merah H. Ambo Tang, S.IP, Bhabinkamtibmas Desa Tanah Merah AIPTU Andi Eka Putra, Ps. Kanit Binmas Polsek Tanah Merah AIPDA M. Ilham, serta PPL Kecamatan Tanah Merah Gusti Ayu. Hadir pula Ketua dan anggota BPD Desa Tanah Merah, Direktur BUMDes, Ketua Kelompok Tani, serta masyarakat setempat yang menjadi pelaku utama dalam kegiatan pertanian ini.
Dalam suasana kebersamaan, panen jagung dilakukan secara simbolis. Canda ringan, obrolan antarwarga, serta diskusi singkat mengenai tantangan pertanian ke depan mengisi kegiatan tersebut. Babinsa Desa Tanah Merah menyampaikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bertujuan untuk memberikan motivasi serta memastikan program pertanian berjalan selaras dengan upaya pemerintah dalam mewujudkan kemandirian pangan nasional.
Sementara itu, pihak desa berharap ke depan pengelolaan pertanian jagung dapat ditingkatkan, baik dari sisi pengendalian hama, pendampingan teknis, maupun penguatan peran BUMDes sebagai penggerak ekonomi desa. Dengan perbaikan tersebut, diharapkan hasil panen berikutnya dapat lebih optimal dan memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Panen jagung di Sungai Perigi hari itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi cerminan kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan masyarakat desa dalam membangun ketahanan pangan dari tingkat paling bawah. Di bawah terik matahari dan di antara tongkol jagung yang dipanen, tersimpan harapan akan masa depan desa yang lebih mandiri dan sejahtera.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan lancar hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
