iklan

Perjuangan Bupati ke Pusat, Inhil Berpeluang Punya Sekolah Terintegrasi Rp250 Miliar

Selasa, 20 Oktober 2026 | 17.39 WIB Last Updated 2026-10-20T10:39:33Z



detakiNews.com – Bupati Indragiri Hilir (Inhil), H Herman, terus memperjuangkan peningkatan sarana pendidikan di daerahnya ke pemerintah pusat. Upaya tersebut membuahkan peluang pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) senilai Rp250 miliar di Kecamatan Tempuling, yang dirancang menggabungkan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kawasan.


Rencana pembangunan sekolah tersebut kini memasuki tahap verifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung pada awal November 2026.


Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Inhil, Abdul Rasyid, melalui Kepala Bidang (Kabid) SD, Dedi Surahman, mengatakan rencana pembangunan SNT merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan fasilitas pendidikan di Kabupaten Inhil.


“SNT sudah dalam proses verifikasi. Mudah-mudahan, berkat upaya Pak Bupati juga, sekolah ini bisa dibangun di Tempuling dengan pagu anggaran Rp250 miliar. Jenjang SD, SMP, dan SMA akan berada dalam satu kawasan,” kata Dedi kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).


Dedi menjelaskan, dalam waktu dekat pihak pemerintah kabupaten Indragiri Hilir bersama OPD terkait akan  mendampingi pihak Kejaksaan Agung, dan tim Direktorat kementerian turun langsung untuk meninjau lokasi yang direncanakan menjadi tempat pembangunan sekolah tersebut.


Menurutnya, verifikasi menjadi tahapan penting sebelum pembangunan dapat direalisasikan. Apabila seluruh persyaratan terpenuhi, proyek tersebut diharapkan segera memasuki tahap awal pembangunan.


"Rencana pembangunan sekolah tersebut kini memasuki tahap verifikasi. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, peletakan batu pertama ditargetkan berlangsung pada Akhir  November atau awal Desember 2026," ujarnya.


Herman Perjuangkan Rehabilitasi Ratusan Sekolah


Tak hanya memperjuangkan pembangunan SNT, Herman bersama Disdik Inhil juga mendorong pemerintah pusat memberikan bantuan rehabilitasi bagi sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan.


Upaya tersebut membuahkan hasil pada 2026. Dari 253 sekolah jenjang SD dan PAUD yang diajukan, sebanyak 153 sekolah mendapatkan bantuan rehabilitasi.


“Dari sebelumnya 253 sekolah SD dan PAUD yang kita ajukan, sebanyak 153 sekolah mendapatkan bantuan tahun ini,” ungkap Dedi.


Ia mengatakan, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan agar perbaikan sarana pendidikan dapat menjangkau lebih banyak sekolah, terutama yang mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan.


Karena itu, Disdik Inhil akan kembali memperjuangkan bantuan rehabilitasi pada 2027 dengan mengajukan lebih banyak sekolah kepada pemerintah pusat.


Untuk jenjang SD, jumlah sekolah yang direncanakan masuk dalam pengajuan mencapai sekitar 321 sekolah. Angka tersebut terdiri atas sekitar 273 sekolah yang akan diusulkan serta 48 sekolah yang disebut telah disetujui dan diverifikasi pada 2026.


Sementara itu, untuk jenjang PAUD, terdapat sekitar 152 sekolah yang direncanakan masuk dalam usulan. Adapun pada jenjang SMP, jumlahnya diperkirakan mencapai 64 sekolah.


“Kami juga tidak berhenti sampai di sini. Tahun depan kita berupaya mengajukan lagi ke pusat supaya sekolah-sekolah yang rusak di Inhil ini bisa dibantu oleh Kementerian Pendidikan melalui bantuan tersebut,” tegas Dedi.


Ia berharap perjuangan pemerintah daerah melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dapat mempercepat pemerataan pembangunan fasilitas pendidikan di Inhil.


Dengan rencana pembangunan SNT dan pengajuan rehabilitasi sekolah tersebut, Pemkab Inhil berharap semakin banyak peserta didik memperoleh akses terhadap fasilitas belajar yang lebih baik, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perjuangan Bupati ke Pusat, Inhil Berpeluang Punya Sekolah Terintegrasi Rp250 Miliar

Trending Now