DetakiNews.com, – Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS) bagi tenaga keperawatan se-Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, resmi berakhir. Pelatihan yang berlangsung selama enam hari ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi perawat dalam menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan medis.
Kegiatan tersebut digelar mulai 15 hingga 20 September 2026 di Kantor Mal Pelayanan Publik (MPP), Jalan Prof M Yamin, Tembilahan.
Pelatihan ini digelar melalui kolaborasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), Smart Emergency dan FAZIKA HOMECARE. Sejumlah tenaga keperawatan dari fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Inhil ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.
Di antaranya berasal dari RSUD Puri Husada (PH) Tembilahan, RS3M Plus serta RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang.
Penutupan pelatihan turut dihadiri Kabid Keperawatan RSUD PH Tembilahan, Susi Irawati, S.KM. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas dan kompetensi tenaga keperawatan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Dalam kesempatan itu, Susi menilai peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi hal penting di tengah perkembangan dunia kesehatan yang semakin dinamis.
Menurutnya, perawat sebagai salah satu tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan harus memiliki kemampuan yang memadai ketika menghadapi pasien, terutama dalam kondisi yang membutuhkan pertolongan segera.
"Pelatihan seperti BTCLS ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan tenaga keperawatan dalam memberikan pelayanan medis, terutama ketika menghadapi kondisi kegawatdaruratan," ujar Susi.
Susi juga memberikan penekanan khusus kepada para peserta agar ilmu yang diperoleh selama mengikuti pelatihan tidak hanya menjadi pengetahuan di dalam kelas.
Ia meminta seluruh peserta benar-benar menerapkan keterampilan yang telah dipelajari ketika kembali menjalankan tugas di institusi masing-masing.
"Kami mensupport para tenaga medis yang sudah mengikuti pelatihan ini. Harapan kami, ilmu yang didapat betul-betul diterapkan di institusi masing-masing," katanya.
Menurut Susi, pelatihan akan memberikan manfaat yang lebih besar apabila pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam pelayanan sehari-hari.
Terlebih, kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi kapan saja dan membutuhkan respons tenaga kesehatan yang cepat, tepat dan sesuai prosedur.
"Jangan sampai ilmu yang sudah didapat hanya berhenti setelah pelatihan selesai. Justru setelah kembali ke tempat kerja, ilmu tersebut harus diterapkan dan dibagikan kepada rekan-rekan lainnya," tuturnya.
BTCLS merupakan pelatihan yang berkaitan dengan kemampuan dasar dalam menghadapi kasus trauma dan kondisi kegawatdaruratan yang berhubungan dengan jantung.
Dalam pelayanan kesehatan, kemampuan tersebut menjadi salah satu kompetensi penting bagi tenaga keperawatan.
Perawat dituntut mampu mengenali kondisi pasien secara cepat, memberikan pertolongan awal dan mengambil langkah yang sesuai dalam situasi darurat sebelum pasien mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Karena itu, peningkatan kemampuan melalui pelatihan menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung mutu pelayanan kesehatan.
Susi mengatakan perkembangan zaman dan arus globalisasi juga membuat tuntutan terhadap tenaga kesehatan semakin tinggi.
"Di tengah arus globalisasi seperti sekarang, kemampuan tenaga kesehatan juga harus terus ditingkatkan. Kita harus terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu serta teknologi kesehatan," jelasnya.
Diikuti Perawat dari Sejumlah Rumah Sakit
Pelatihan BTCLS tersebut diikuti tenaga keperawatan dari sejumlah rumah sakit di Kabupaten Indragiri Hilir.
Peserta di antaranya berasal dari RSUD PH Tembilahan, RS3M Plus dan RSUD Tengku Sulung Pulau Kijang.
Keterlibatan tenaga kesehatan dari beberapa fasilitas pelayanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia kesehatan di wilayah Inhil.
Dengan adanya pelatihan bersama, para peserta tidak hanya mendapatkan materi dan keterampilan, tetapi juga dapat bertukar pengalaman mengenai penanganan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan di masing-masing fasilitas kesehatan.
Susi berharap setelah mengikuti pelatihan, para peserta dapat menjadi tenaga keperawatan yang semakin siap dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
"Semoga apa yang sudah didapat selama pelatihan ini bisa memberikan manfaat dan benar-benar diaplikasikan dalam pelayanan kepada masyarakat," ujarnya.
Pelatihan yang berlangsung sejak 15 September dan ditutup pada 20 September 2026 tersebut pun diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Indragiri Hilir.
Para peserta selanjutnya diharapkan dapat membawa ilmu dan keterampilan yang diperoleh ke lingkungan kerja masing-masing sehingga manfaat pelatihan tidak hanya dirasakan oleh peserta, tetapi juga oleh institusi dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan.
