DetakiNews, — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan oleh aparat teritorial di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil). Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Koramil 02/Tanah Merah (TM) Kodim 0314/Inhil, Serda Niko Arisandi yang melaksanakan sosialisasi sekaligus patroli tapal batas di Desa Pengalihan, Kecamatan Enok, Jumat (01/5/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam mengantisipasi potensi karhutla yang kerap terjadi, khususnya di wilayah rawan perbatasan desa. Dengan menyasar titik koordinat -0°30'38.548"S, 103°33'23.42"E, patroli dilakukan secara langsung guna memastikan kondisi lapangan tetap aman dan bebas dari indikasi kebakaran.
Dalam pelaksanaannya, Serda Niko Arisandi tidak bekerja sendiri. Ia menggandeng satu orang masyarakat setempat untuk turut serta dalam patroli, mencerminkan sinergi yang kuat antara TNI dan warga dalam menjaga lingkungan. Kolaborasi ini dinilai penting, mengingat peran aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam pencegahan karhutla sejak dini.
Selain melakukan pemantauan wilayah, Babinsa juga memberikan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan. Ia mengingatkan bahwa membuka lahan dengan cara membakar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berdampak besar terhadap kesehatan, lingkungan, serta aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga wilayah ini agar tetap aman dari kebakaran. Pencegahan harus dimulai dari kesadaran masing-masing,” ujar Serda Niko dalam kegiatan tersebut.
Dari hasil patroli yang dilakukan, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap di wilayah Desa Pengalihan. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi masih dalam keadaan aman dan terkendali.
Kegiatan patroli dan sosialisasi ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas lingkungan serta mencegah terjadinya bencana karhutla. Dengan langkah preventif yang terus dilakukan, diharapkan wilayah Kecamatan Enok khususnya Desa Pengalihan tetap terjaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilaksanakan secara rutin guna memastikan kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi potensi karhutla, terutama memasuki musim kemarau.
