DetakiNews, — Langit Pulau Kijang belum sepenuhnya pulih dari kelamnya asap yang beberapa waktu lalu membumbung tinggi di kawasan Pasar Bom. Bau hangus masih samar tercium, seolah menjadi pengingat betapa cepat kobaran api melalap harapan ratusan warga. Sebanyak 108 rumah ludes tak bersisa, menyisakan puing, kenangan, dan duka yang belum reda.
Di antara reruntuhan itu, warga berusaha bangkit. Ada yang mengais sisa barang yang mungkin masih bisa digunakan, ada pula yang hanya bisa berdiri menatap kosong bekas rumahnya. Tangis dan keheningan berpadu, menciptakan suasana yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Namun di tengah luka itu, secercah harapan datang.
Jumat (17/4/2026), rombongan Azka Group tiba di Pulau Kijang. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas, melainkan membawa pesan sederhana: bahwa para korban tidak sendiri. Dengan langkah yang menyusuri lokasi kebakaran, mereka menyapa warga, mendengarkan cerita, dan merasakan langsung beratnya musibah yang terjadi.
CEO Azka Group, H. Usman (Neneng), berdiri di hadapan warga dengan suara yang tenang namun penuh empati. Ia menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan sebesar Rp48.800.000 merupakan wujud kepedulian terhadap sesama.
“Musibah ini adalah ujian bagi kita semua. Kami berharap bantuan ini bisa sedikit meringankan beban, dan semoga bapak ibu semua diberi ketabahan,” ujarnya.
Kalimat itu mungkin sederhana, tetapi bagi warga yang kehilangan segalanya, perhatian seperti itu memiliki arti yang jauh lebih besar dari angka yang disebutkan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Camat Keritang, Wono Sagito, S.IP., M.H., yang dalam sambutannya mengapresiasi langkah cepat Azka Group dalam membantu masyarakat. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan pihak swasta sangat dibutuhkan dalam kondisi darurat seperti ini.
Hal senada juga disampaikan Camat Reteh, Hasnur Rasidi, S.Kep., yang berharap bantuan ini menjadi awal dari pemulihan yang lebih luas.
"Saya atas nama pemerintah kecamatan Reteh mewakili korban kebakaran, mengucapkan terimakasih kepada Azka group yang sudah mau membantu, semoga apa yang diberikan Azka group bisa meringankan beban kepada masyarakat kami yang mengalami kebakaran," ujar camat Reteh.
Sementara itu, Lurah Pulau Kijang, Haris Manto, tampak tak bisa menyembunyikan rasa harunya melihat perhatian yang datang untuk warganya.
Di sela kegiatan, beberapa warga tampak menyalami rombongan dengan mata berkaca-kaca. Bagi mereka, bantuan tersebut bukan hanya soal materi, tetapi juga bukti bahwa masih ada yang peduli.
Pulau Kijang hari itu mungkin masih diselimuti duka. Namun kehadiran tangan-tangan yang terulur memberi keyakinan bahwa harapan belum sepenuhnya padam. Dari abu yang tersisa, perlahan kehidupan akan dibangun kembali—dengan gotong royong, kepedulian, dan keyakinan bahwa setiap musibah pasti menyisakan pelajaran.
Dan di antara puing-puing itu, cerita tentang kebersamaan pun lahir—menjadi penguat bahwa di saat paling gelap, cahaya kepedulian selalu menemukan jalannya.
