DetakiNews, — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan aparat di wilayah Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Salah satunya dilakukan Babinsa Koramil 10/Pelangiran, Serda Chandra Bastian, yang turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan sarana pendukung penanggulangan kebakaran sekaligus patroli wilayah rawan, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di area PT BNS yang berada di Desa Rotan Semelur. Selain memastikan kesiapan alat pemadam kebakaran (damkar), Serda Chandra bersama tim juga melakukan pengecekan menara pantau api serta patroli tapal batas perusahaan guna mengantisipasi potensi munculnya titik api sejak dini.
Patroli dilakukan di titik koordinat 0,19057, 103,48749 dengan ketinggian 16,04 meter dan arah 109°. Wilayah ini diketahui merupakan salah satu area yang rutin dipantau karena memiliki potensi kerawanan karhutla, terutama saat memasuki musim kemarau.
Kegiatan ini melibatkan tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, perangkat desa, serta karyawan perusahaan. Total sebanyak 7 personel dikerahkan, masing-masing 1 personel TNI, 2 personel Polri, 2 karyawan perusahaan, dan 2 perangkat desa. Mereka menyisir sejumlah titik strategis menggunakan 5 unit sepeda motor guna memastikan seluruh area terjangkau patroli.
Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi peralatan damkar untuk memastikan seluruh perlengkapan dalam keadaan siap pakai apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran. Selain itu, menara pantau juga dicek guna memastikan fungsinya optimal sebagai sarana deteksi dini.
“Pengecekan ini penting untuk memastikan kesiapsiagaan kita di lapangan, baik dari sisi personel maupun peralatan,” ujar salah satu petugas di lokasi.
Hasil dari patroli menunjukkan tidak ditemukannya titik api maupun asap di wilayah yang dipantau. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa situasi masih aman dan terkendali, serta upaya pencegahan yang dilakukan selama ini berjalan efektif.
Meski demikian, aparat gabungan tetap mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan, untuk terus meningkatkan kewaspadaan. Mengingat potensi kebakaran dapat terjadi sewaktu-waktu, terutama jika faktor cuaca mendukung.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif tanpa adanya kendala berarti. Sinergi antara aparat dan pihak terkait diharapkan terus terjalin guna menjaga wilayah tetap bebas dari karhutla.
