DetakiNews, – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan aparat teritorial di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Kuala Enok Koramil 02/Tanah Merah (TM), Kodim 0314/Inhil, Pratu Jafar yang turun langsung melaksanakan patroli di wilayah binaannya, Sabtu (11/4/2026).
Kegiatan patroli tersebut difokuskan di sejumlah titik yang dinilai rawan karhutla, termasuk pada koordinat 0°31'5" Lintang Selatan dan 103°23'8" Bujur Timur. Dalam pelaksanaannya, Pratu Jafar tidak bekerja sendiri. Ia melibatkan personel gabungan yang terdiri dari 1 anggota TNI dan 2 warga setempat guna memperkuat pemantauan di lapangan.
Patroli dilakukan dengan metode penyisiran area secara langsung, khususnya pada lahan-lahan terbuka, semak belukar, serta wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. Selain melakukan pemantauan visual, tim juga aktif berinteraksi dengan masyarakat sekitar untuk memberikan imbauan terkait bahaya membuka lahan dengan cara dibakar.
“Patroli ini merupakan langkah deteksi dini agar potensi kebakaran bisa dicegah sejak awal. Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” ujar Pratu Jafar di sela kegiatan.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah terjadinya karhutla, mengingat sebagian besar wilayah rawan berada dekat dengan aktivitas warga. Oleh karena itu, pendekatan persuasif terus dilakukan agar kesadaran kolektif masyarakat semakin meningkat.
Dari hasil patroli yang dilaksanakan, tim tidak menemukan adanya titik api maupun asap di wilayah yang dipantau. Kondisi ini menunjukkan bahwa situasi di Kelurahan Kuala Enok masih relatif aman dan terkendali dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Meski demikian, Pratu Jafar menegaskan pihaknya tidak akan lengah. Patroli rutin akan terus dilakukan, terutama memasuki musim yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran.
“Kami akan terus meningkatkan intensitas patroli dan koordinasi dengan masyarakat. Jika ada indikasi sekecil apa pun, segera kami tindaklanjuti,” tegasnya.
Selain patroli darat, Babinsa juga aktif melakukan sosialisasi kepada warga mengenai dampak negatif karhutla, baik dari sisi kesehatan, lingkungan, maupun ekonomi. Langkah ini diharapkan mampu menekan angka kebakaran serta menjaga kualitas udara di wilayah tersebut.
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, upaya pencegahan karhutla di Kecamatan Tanah Merah diharapkan dapat berjalan optimal, sehingga wilayah tetap aman, nyaman, dan terbebas dari bencana asap yang selama ini menjadi perhatian serius di Provinsi Riau.
