DetakiNews, – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan aparat di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Pantai Seberang Makmur, Koramil 02/TM, Koptu M. Adrian yang turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan sosialisasi sekaligus patroli tapal batas, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di wilayah Kelurahan Pantai Seberang Makmur, Kecamatan Enok. Patroli dilakukan di titik koordinat 0,51865 Lintang Selatan dan 103,17994 Bujur Timur dengan arah 331 derajat Barat Laut (NW), yang merupakan area rawan terjadinya kebakaran, terutama saat cuaca mulai memasuki periode kering.
Dalam pelaksanaannya, Koptu M. Adrian menggandeng personel gabungan yang terdiri dari satu anggota TNI dan dua warga setempat. Kolaborasi ini dinilai penting untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat peran masyarakat dalam deteksi dini potensi karhutla.
“Patroli ini tidak hanya untuk memastikan kondisi wilayah tetap aman, tetapi juga sebagai sarana edukasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar,” ujar Koptu M. Adrian di sela kegiatan.
Ia menegaskan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah terjadinya kebakaran. Pasalnya, sebagian besar kasus karhutla dipicu oleh aktivitas manusia, baik disengaja maupun karena kelalaian.
Selama patroli berlangsung, tim menyisir sejumlah titik yang dinilai rawan, termasuk area perbatasan lahan perkebunan dan semak belukar. Selain itu, sosialisasi dilakukan secara langsung kepada warga yang ditemui di lapangan, dengan memberikan pemahaman tentang dampak buruk karhutla terhadap kesehatan, lingkungan, hingga perekonomian.
Dari hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya titik api maupun kepulan asap. Kondisi wilayah terpantau aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, hasil patroli hari ini nihil titik api. Namun demikian, kewaspadaan tetap harus dijaga, apalagi kondisi cuaca bisa berubah sewaktu-waktu,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat terdekat jika menemukan indikasi kebakaran sekecil apa pun. Respons cepat dinilai sangat penting untuk mencegah api meluas dan sulit dikendalikan.
Kegiatan patroli dan sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah rutin yang dilakukan aparat kewilayahan dalam mendukung program pencegahan karhutla di Provinsi Riau, yang selama ini menjadi salah satu daerah rawan kebakaran hutan dan lahan di Indonesia.
Dengan sinergi antara TNI dan masyarakat, diharapkan potensi karhutla dapat ditekan semaksimal mungkin, sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat tidak terganggu.
