DetakiNews, — H. Muhammad Mardiono, Utusan Presiden Bidang Ketahanan Pangan yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), melakukan kunjungan Safari Ramadhan ke Pondok Pesantren Babussalam, Pekanbaru, Riau, dalam rangka silaturahmi dan berbuka puasa bersama, Minggu (1/3/2026).
Kedatangan Mardiono disambut langsung oleh Syekh Haji Ismail Royan beserta jajaran pengurus Yayasan Syekh Abdul Wahab Rokan. Turut hadir dalam agenda tersebut Ketua DPW PPP Provinsi Riau H. Ikbal Sayuti, Sekretaris DPW PPP Provinsi Riau Dedi Putra, para pengurus DPW dan DPC PPP kabupaten/kota se-Riau, serta anggota DPRD dari Fraksi PPP se-Provinsi Riau. Sejumlah tokoh masyarakat, ulama, dan perwakilan unsur Forkopimda juga tampak menghadiri kegiatan tersebut.
Dalam sambutannya Pimpinan Pondok Pesantren Babussalam Syekh Haji Ismail Royan selamat datang H Muhammad Mardiono utusan presiden Bidang ketahanan pangan nasional dan rombongan, dan pengurus DPW PPP Provinsi Riau dan DPC se-Provinsi di pondok pesantren Babussalam.
"Kami sangat terharu atas kehadiran H Muhammad Mardiono, sebelumnya, ketua DPW PPP Provinsi Riau H Ikbal Sayuti menyampaikan, bawah H Mardiono mau melaksanakan kegiatan safari Ramadhan di provinsi Riau, dan memilih di pondok kami, jadi untuk kedua kalinya bapak H Muhammad Mardiono bisa menginjakkan kakinya di ponpes Babussalam," ujar nya.
Dalam sambutannya H M Mardiono menyampaikan bahwa kunjungan tersebut merupakan kali kedua dirinya bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Babussalam. Ia mengenang momen saat pertama kali datang setelah dilantik oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.
“Setelah saya dilantik oleh Bapak Presiden Joko Widodo, saya datang ke sini dan mendapatkan nasihat serta doa dari para guru. Wejangan itu menjadi bekal bagi saya dalam menjalankan amanah negara,” ujar Mardiono.
Kini, lanjut dia, dirinya kembali mendapat penugasan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai Utusan Presiden Bidang Ketahanan Pangan. Menurutnya, amanah tersebut memiliki tantangan yang tidak ringan di tengah kondisi global yang dinilainya sedang tidak baik-baik saja.
Mardiono memaparkan bahwa situasi dunia saat ini diwarnai berbagai konflik, baik perang antarnegara, konflik internal, maupun ketegangan geopolitik yang berdampak luas terhadap stabilitas ekonomi global. Ia menyebut kebijakan proteksionisme dan peningkatan tarif perdagangan antarnegara sebagai salah satu imbas yang kini dirasakan banyak negara berkembang.
“Negara-negara besar kini lebih fokus pada kepentingan domestiknya. Kebijakan perdagangan berubah drastis. Tarif impor meningkat, rantai pasok terganggu. Ini berdampak langsung pada negara-negara berkembang, termasuk Indonesia,” katanya.
Menurut Mardiono, sektor pangan menjadi salah satu yang paling rentan terhadap gejolak global tersebut. Indonesia, kata dia, masih memiliki ketergantungan terhadap sejumlah komoditas impor seperti gandum. Ketika terjadi gangguan distribusi global akibat konflik atau kebijakan ekonomi tertentu, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produksi dalam negeri, modernisasi pertanian, serta kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat.
“Ketahanan pangan bukan hanya soal ketersediaan bahan makanan, tetapi juga menyangkut kedaulatan bangsa. Kita harus mampu memproduksi dan memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri,” ujarnya.
Di hadapan para ulama dan santri, Mardiono juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat ukhuwah di tengah dinamika politik dan ekonomi global. Momentum Ramadhan, menurutnya, harus dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen kebangsaan.
“Kita panjatkan syukur atas nikmat kesehatan dan kesempatan untuk berkumpul hari ini. Semoga silaturahmi ini memperkuat kebersamaan kita dalam menjaga bangsa dan negara,” ucapnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah singkat, santunan dari H Muhammad Mardiono untuk anak yatim-piatu, doa bersama, dan buka puasa bersama seluruh tamu undangan serta ratusan santri Pondok Pesantren Babussalam.

