DetakiNews, – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus digencarkan oleh aparat teritorial di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Salah satunya dilakukan oleh Babinsa Sungai Rukam Koramil 02/TM, Serda Niko Arisandi, yang melaksanakan kegiatan sosialisasi sekaligus patroli tapal batas di Desa Sungai Rukam, Kecamatan Enok, Jumat (20/3/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di titik koordinat 0°31'51.747"S 102°55'57.582"E yang merupakan salah satu area rawan terjadinya kebakaran, khususnya pada musim kemarau. Patroli ini melibatkan personel gabungan yang terdiri dari 1 orang anggota TNI dan 1 orang perwakilan masyarakat setempat.
Dalam kegiatan sosialisasi, Serda Niko Arisandi secara langsung memberikan edukasi kepada masyarakat terkait bahaya karhutla yang dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta berdampak pada aktivitas ekonomi warga. Ia juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga kelestarian alam dan tidak membuka lahan dengan cara membakar.
“Karhutla bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat sekitar. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan,” tegasnya.
Selain penyuluhan, kegiatan dilanjutkan dengan patroli menyusuri wilayah tapal batas desa guna mendeteksi secara dini potensi kebakaran. Patroli dilakukan dengan menyisir area perkebunan, semak belukar, serta lahan gambut yang dikenal mudah terbakar.
Dalam patroli tersebut, petugas juga melakukan pengecekan terhadap kondisi tanah dan vegetasi di sekitar lokasi, termasuk memastikan tidak adanya sisa pembakaran maupun aktivitas mencurigakan yang berpotensi memicu kebakaran.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap di wilayah tersebut. Kondisi lingkungan terpantau aman dan terkendali, serta tidak ada indikasi terjadinya kebakaran.
Serda Niko Arisandi menambahkan bahwa kegiatan patroli dan sosialisasi ini merupakan bagian dari langkah deteksi dini serta upaya preventif yang rutin dilakukan oleh aparat TNI bersama masyarakat.
“Kami akan terus melaksanakan patroli secara berkala, terutama di titik-titik rawan. Sinergi antara TNI dan masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya karhutla,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kepada aparat setempat apabila menemukan tanda-tanda kebakaran seperti munculnya asap atau bau hangus, sehingga dapat segera ditangani sebelum meluas.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat yang merasa terbantu dengan kehadiran aparat dalam memberikan edukasi sekaligus menjaga keamanan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan rutin seperti ini, diharapkan wilayah Desa Sungai Rukam dan sekitarnya tetap terjaga dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, serta tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan produktif bagi masyarakat.
