DetakiNews, — Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus dilakukan aparat TNI di wilayah Kabupaten Indragiri Hilir. Salah satunya melalui patroli rutin yang dilaksanakan Babinsa di daerah rawan kebakaran.
Babinsa Koramil 10/Pelangiran (Plg), kodim 0314/Inhil. Serda Chandra Bastian melaksanakan patroli tapal batas di wilayah Kelurahan Pelangiran, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Kamis (5/3/2026). Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah binaannya.
Dalam patroli tersebut, Serda Chandra Bastian tidak bekerja sendiri. Ia turut menggandeng masyarakat setempat untuk bersama-sama melakukan pemantauan kondisi wilayah. Sinergi antara TNI dan masyarakat ini dinilai penting untuk memperkuat pengawasan di lapangan, terutama pada kawasan yang dinilai rawan terjadi kebakaran.
“Patroli ini merupakan langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat diketahui sejak dini. Kami juga terus mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar,” ujar Serda Chandra Bastian di sela kegiatan patroli.
Patroli dilakukan dengan menyisir sejumlah titik di area tapal batas Kelurahan Pelangiran yang berbatasan dengan kawasan lahan terbuka dan semak belukar. Wilayah tersebut diketahui memiliki potensi kerawanan apabila terjadi cuaca panas berkepanjangan.
Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap yang mengindikasikan terjadinya kebakaran. Kondisi wilayah selama patroli dilaporkan dalam keadaan aman dan terkendali.
Adapun titik koordinat lokasi patroli berada di 0,19057,103,48749 dengan ketinggian sekitar 16,04 meter di atas permukaan laut dan arah 109 derajat.
Dalam kegiatan ini, unsur gabungan yang terlibat terdiri dari satu personel TNI dan satu orang masyarakat setempat. Meski dengan jumlah personel terbatas, patroli tetap dilakukan secara maksimal dengan menyisir area yang dianggap rawan.
Selain melakukan pemantauan,
Babinsa juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk memberikan imbauan kepada warga yang ditemui di sekitar lokasi. Masyarakat diminta untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan kepada aparat apabila menemukan indikasi kebakaran.
Menurut Serda Chandra Bastian, peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam mencegah terjadinya karhutla. Pasalnya, sebagian besar kebakaran lahan terjadi akibat aktivitas manusia yang membuka lahan dengan cara dibakar.
“Kalau ada masyarakat yang melihat asap atau api sekecil apa pun, kami harap segera dilaporkan agar bisa ditangani secepatnya sebelum meluas,” katanya.
Patroli tapal batas seperti ini akan terus dilakukan secara berkala oleh Babinsa bersama unsur terkait dan masyarakat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI dalam menjaga wilayah binaan tetap aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Dengan adanya patroli rutin dan kerja sama semua pihak, diharapkan potensi karhutla di wilayah Kecamatan Pelangiran dapat dicegah sejak dini sehingga lingkungan tetap terjaga dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan aman.
