Kegiatan patroli ini dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi pada musim panas. Selain itu, patroli juga bertujuan untuk memastikan kondisi wilayah binaan tetap aman serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap bahaya Karhutla.
Patroli dilaksanakan di area tapal batas wilayah Desa Suhada dengan titik koordinat -0°31'12,763" S dan 103°07'512 E dengan arah 204° SW. Lokasi tersebut merupakan salah satu wilayah yang rutin dipantau guna mengantisipasi kemungkinan munculnya titik api maupun asap yang dapat memicu kebakaran lahan.
Dalam kegiatan tersebut, Serda Darno tidak bekerja sendiri. Ia didampingi oleh personel gabungan yang terdiri dari 1 orang anggota TNI dan 3 orang masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat dalam patroli ini merupakan bentuk sinergi antara aparat kewilayahan dengan warga dalam menjaga lingkungan serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Selama pelaksanaan patroli, tim menyusuri sejumlah area yang dianggap rawan, termasuk lahan perkebunan masyarakat, semak belukar, serta kawasan yang memiliki potensi mudah terbakar. Tim juga melakukan pengecekan langsung terhadap kondisi lahan untuk memastikan tidak adanya aktivitas pembakaran maupun indikasi munculnya titik panas.
Dari hasil patroli yang dilaksanakan, tidak ditemukan adanya titik api maupun asap di wilayah yang dipantau. Kondisi lingkungan di sekitar lokasi patroli terpantau aman dan terkendali.
Selain melakukan pemantauan wilayah, Serda Darno juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memberikan imbauan kepada masyarakat yang ditemui selama kegiatan berlangsung. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan serta berdampak buruk bagi lingkungan dan kesehatan.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla. Dengan adanya kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, potensi kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalisir.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan. Apabila menemukan tanda-tanda kebakaran atau titik api, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditangani,” ujarnya.
Patroli tapal batas seperti ini akan terus dilakukan secara rutin oleh Babinsa bersama masyarakat sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keamanan wilayah serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kecamatan Enok, khususnya di Desa Suhada.
Melalui kegiatan ini diharapkan sinergitas antara TNI dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta menciptakan wilayah yang aman, nyaman, dan bebas dari ancaman Karhutla.
