DetakiNews - Kebakaran hebat melanda kawasan Pasar Lama, Desa Simpang Gaung, Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Sebanyak 15 rumah warga yang mayoritas berbahan papan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi di bulan suci Ramadhan tersebut.
Kobaran api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain karena jarak antar rumah yang berdekatan serta material kayu yang mudah terbakar. Warga sempat panik dan berupaya menyelamatkan barang-barang seadanya sebelum api melalap seluruh bangunan.
“Asap tebal terlihat membumbung tinggi. Api cepat sekali menyebar karena rumah-rumah di sini terbuat dari papan,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun belasan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan harta benda. Kini para korban terpaksa mengungsi ke rumah kerabat dan tetangga terdekat sambil menunggu bantuan lanjutan.
Di tengah suasana duka itu, anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hilir dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Mahendri, turun langsung meninjau lokasi kebakaran sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Mahendri menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa warga, terlebih kejadian tersebut berlangsung di bulan Ramadhan yang seharusnya menjadi momen penuh kebersamaan dan ibadah.
“Kami turut prihatin dan berduka atas musibah kebakaran ini. Semoga para korban diberikan kesabaran dan ketabahan. Bantuan sembako ini semoga bisa sedikit meringankan beban warga, apalagi saat ini dalam suasana Ramadhan,” kata Mahendri saat menyerahkan bantuan. Rabu (25/2/2026).
Ia juga mendorong pemerintah daerah dan instansi terkait untuk segera melakukan pendataan serta menyalurkan bantuan lanjutan, termasuk dukungan untuk pembangunan kembali rumah warga yang terbakar.
Menurutnya, kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan kayu memang memiliki risiko kebakaran yang tinggi. Karena itu, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kewaspadaan serta upaya pencegahan kebakaran di lingkungan masyarakat.
Sementara itu, warga berharap adanya perhatian berkelanjutan dari pemerintah dan para dermawan untuk membantu mereka bangkit kembali. Di tengah puing-puing bangunan yang menghitam, semangat gotong royong tampak mulai tumbuh. Warga saling membantu membersihkan sisa kebakaran dan menata kembali kehidupan yang sempat porak-poranda.
Musibah ini menjadi ujian berat bagi warga Simpang Gaung di bulan Ramadhan. Namun di balik peristiwa tersebut, solidaritas dan kepedulian berbagai pihak menjadi harapan baru bagi para korban untuk kembali menata masa depan mereka.

